Minggu, 01 Juli 2012

Mengapa Sarang Lebah Berbentuk Segi Enam (Heksagonal)

Assalamu'alaikum...hehe.. :)

      Kali ini penulis memposting sebuah jawaban pertanyaan yang sempat terlintas di benak penulis mengenai sarang lebah. Tapi sebelum itu penulis ingin bercerita sedikit soal pengalaman dimana pertanyaan ini penulis dapatkan.(hoho..)
     Sekitar seminggu yang lalu bersama dengan ayah, penulis membongkar sebuah sarang lebah yang telah ditinggalkan oleh penghuninya yang berada di atas rumah penulis..(huuu...beraninya cuma bongkar sarang lebah yang kosong...ya iyyalah..emang kita ini superhero...ckckck..) sebelum itu lebah-lebah ini telah menyerang satu korban yaitu seorang tukang yang sedang membersihkan tangki air diatas rumah penulis..cukup mengejutkan mengingat gaya sang tukang yang lari turun dari atas rumah dan lompat kedalam kusen rumah bak seorang jackie chan di film-filmnya...hoho..very shocking dan si tukangpun langsung dilarikan kerumah sakit terdekat karena mengalami sengatan yang cukup banyak...ggrrrrrr...akhirnya ayah penulis memutuskan untuk membongkar sarang lebah itu..tetapi baru saja melihat ukuran sarang lebahnya, ayah penulis langsung mengurungkan niatnya...bagaimana tidak lihat nih...

nggak kebayang berapa pleton isinya...ckckck...

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia"(QS: An-Nahl 68) "

okey kambali ke lappptoooop...


     Setelah beberapa lama sarang pun telah kosong ditinggalkan, mungkin karena cuaca yang cukup ekstrem curah hujan yang sangat besar membuat sarang menjadi agak lapuk..dan ayah penulis segera mengeluarkan surat perintah(Presiden kalee..) kepada penulis untuk membantu membongkarnya..hehe..
     Nah ini dia sisa penampakannya setalah dibongkar...


     Dari sinilah penulis bertanya-tanya..kenapa bentuk sarang lebah itu segi enam..? kenapa tidak segi empat..? kenapa tidak segi lima..segi tiga..segi delapan..dll???

    Akhirnya penulis bertanya ke om penulis..om Google..kebetulan penulis dengan om Google tidak memiliki hubungan keluarga apa-apa.. (-_-") tapi selalu saja membantu penulis..hehe..

ini dia penjelasan lebih jauhnya yang penulis dapat dari page facebook Keajaiban Propolis...penulis langsung copas aja sambil menambahkan beberapa ayat Al-Qur'an biar lebih hikmat..hihi..semoga bermanfaat.


4 Fakta Ilmiah Mengapa Sarang Lebah Berbentuk Segi Enam



Hampir semua orang tahu bahwa madu adalah sumber makanan penting bagi tubuh manusia, tetapi sedikit sekali manusia yang menyedari sifat-sifat luar biasa dari penghasilnya, iaitu lebah madu.

Sebagaimana kita ketahui, sumber makanan lebah adalah nektar, yang tidak dijumpai pada musim dingin. Oleh kerana itulah, lebah mencampur nektar yang mereka kumpulkan pada musim panas dengan cairan khusus yang dikeluarkan tubuh mereka. Campuran ini menghasilkan zat bergizi yang baru-iaitu madu dan menyimpannya untuk musim dingin yang akan datang.

Sungguh menarik untuk diketahui bahawa lebah menyimpan madu jauh lebih banyak dari yang sebenarnya. Pertanyaan pertama yang muncul pada benak kita adalah: mengapa lebah tidak menghentikan produksi berlebih ini, yang tampaknya hanya membuang-buang waktu dan energi?

kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan (QS: An-Nahl 69) "

Lebah memproduksi madu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan juga untuk manusia. Sebagaimana makhluk lain di alam, lebah juga mengabdikan diri untuk melayani manusia; sama seperti ayam yang bertelur setidaknya sebutir setiap hari kendatipun tidak membutuhkannya dan sapi yang memproduksi susu jauh melebihi kebutuhan anak-anaknya.

" Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya (QS: An-Nahl 66) "



Berikut Fakta Mengapa Sarang Lebah Berbentuk Segi Enam yakni:



Fakta Pertama Sarang lebah berbentuk heksagonal atau segi enam yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan madu. Setelah melalui penelitian panjang, para ahli matematika menyimpulkan bentuk inilah yang paling optimal sebagai tempat penyimpanan madu, dilihat dari segi efektivitas ruang yang terbentuk dan bahan yang digunakan untuk membuatnya.

Bentuk heksagonal yang simetris, jika digabungkan akan menghasilkan kombinasi ruang guna yang sempurna, yaitu tidak menghasilkan ruang-ruang sisa yang tak berguna, seperti jika ruang-ruang yang berpenampang lingkaran atau segilima. Lebih jauh, bentuk ruang dengan penampang segitiga atau segiempat bisa jadi juga menghasilkan kombinasi yang optimal. Walaupun demikian, bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat bentuk-bentuk ini ternyata lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk membuat bentuk ruang dengan penampang heksagonal. Ruang penyimpanan berbentuk heksagonal, ternyata membutuhkan bahan baku lilin paling sedikit, dengan daya tampung terbesar.

Lebah membangun sarangnya dengan menyusun dari sudut-sudut yang berbeda, biasanya dari empat titik yang berbeda dan bertemu di tengah. Dalam tingkat kesalahannya sangat kecil bahkan tanpa kesalahan sedikitpun. Sarang berbentuk segi enam merupakan bentuk yang terbaik karena dalam hal ini lebah menyimpan madu dalam jumlah besar.

Penggunaan bahan baku lilin pun sedikit. Dalam rongga sarang yang dibuat lebah antara satu dengan yang lainnya dibelakang selalu dibuat dengan kemiringan 13 derajat dengan posisi miring keatas. Dengan maksud agar madu yang telah disimpan tidak tumpah dalam masa penyimpanan.

Sarang yang dibangun lebah dapat menampung 80 ribu lebah yang hidup dan bekerja bersama-sama, dengan menggunakan sedikit bagian dari lilin lebah.

Sarang tersebut tersusun atas sarang madu berdinding lilin lebah, dengan ratusan sel-sel kecil pada kedua permukaannya. Semua sel sarang madu berukuran sama persis. Keajaiban teknik ini dicapai melalui kerja kolektif ribuan lebah. Lebah menggunakan sel-sel ini untuk menyimpan makanan dan memelihara lebah muda.

Selama jutaan tahun, lebah telah menggunakan struktur segi enam untuk membangun sarangnya. (Sebuah fosil lebah yang berusia 100 juta tahun telah ditemukan). Sungguh menakjubkan bahwa mereka memilih struktur segi enam, bukan segi delapan atau segi lima. Ahli matematik memberikan alasannya: “struktur segi enam adalah bentuk geometris yang paling sesuai untuk memanfaatkan setiap bahagian unit secara maksimum”. Jika sel-sel sarang madu dibangun dengan bentuk lain, akan terdapat bahagian yang tidak terpakai, sehingga lebih sedikit madu yang bisa disimpan dan lebih sedikit lebah yang mendapatkan manfaatnya.

Pada kedalaman yang sama, bentuk sel segi tiga atau segi empat dapat menampung jumlah madu yang sama dengan sel segi enam. Akan tetapi, dari semua bentuk geometris tersebut, segi enam memiliki keliling yang paling pendek.

Kesimpulannya: sel berbentuk segi enam memerlukan jumlah lilin paling sedikit dalam pembangunannya, dan menyimpan madu paling banyak. Lebah tentu tidak akan mampu menghitung ini, yang hanya dapat dilakukan manusia dengan perhitungan geometris yang rumit. Hewan kecil ini menggunakan bentuk segi enam secara fitrah, hanya karena mereka diajari atau “diilhami” oleh Tuhan mereka.

Dilihat dari aspek ekonomi bangunan, lebah telah memberi contoh kepada manusia tentang optimalisasi biaya tanpa mengurangi nilai estetika bangunan. Suatu pelajaran yang sangat patut dikagumi dari makhluk mungil ini, yang membangun sarangnya.

Fakta kedua yang juga menakjubkan dari sarang lebah, adalah keteraturan sudut yang sangat akurat. Setiap rongga dibangun dengan kemiringan tiga belas derajat, dengan bagian yang lebih rendah berada di dalam. Sudut-sudut ini selalu berulang dengan tingkat akurasi yang sempurna. Dengan demikian, madu yang disimpan tidak akan mengalir ke luar.

Dari segi kekuatan, sarang lebah yang menggantung dan tampak rentan terhadap kerusakan ini, sebenarnya memiliki kekuatan yang besar. Hal ini ditunjukkan oleh kemampuan sarang itu untuk menahan beban beratus-ratus lebah, sekaligus menampung madu di dalam setiap rongganya. Dengan demikian, sistem perekatan yang digunakan untuk menggantung sarang di tempat-tempat yang tinggi pun memiliki tingkat kekokohan yang tinggi.

Lebih jauh, kita dapat menemukan hal yang menakjubkan dari teknik lebah dalam bekerja sama membangun sarangnya. Lebah-lebah itu memulai membangun sarang dari beberapa titik yang berbeda. Mereka membentuk kelompok kerja yang bekerja dari tempat-tempat yang berbeda, sampai akhirnya kantung-kantung heksagonal yang terbentuk bertemu di tengah-tengah, dengan tingkat ketepatan yang sempurna.

Pada sarang lebah kita juga dapat menemui penerapan dari berbagai prinsip estetika atau keindahan. Simetrisitas yang terdapat dalam pengaturan komposisi geometris pada sarang lebah memberikan kesan keseimbangan yang sangat kuat secara keseluruhan. Penggunaan bentuk-bentuk heksagonal yang berapit secara sempurna menghasilkan kesatuan desain yang diperoleh melalui perulangan-perulangan yang teratur. Di balik bentuknya yang sederhana, kita dapat melihat kerumitan yang terdapat dalam setiap detail pembuatannya, berupa presisi ukuran yang sangat sempurna, keteraturan perletakan dan ketepatan pemilihan bentuk dan komposisi.

Fakta Ketiga adalah Pengaturan kelembapan dan ventilasi: Kelembapan sarang, yang membuat madu memiliki kualitas perlindungan tinggi, harus dijaga pada batas-batas tertentu. Pada kelembapan di atas atau di bawah batas ini, madu akan rusak serta kehilangan kualitas perlindungan dan gizinya. Begitu juga, suhu sarang harus 35 C selama sepuluh bulan pada tahun tersebut. Untuk menjaga suhu dan kelembapan sarang ini pada batas tertentu, ada kelompok khusus yang bertugas menjaga ventilasi.

Jika hari panas, terlihat lebah sedang mengatur ventilasi sarang. Jalan masuk sarang dipenuhi lebah. Sambil menempel pada struktur kayu, mereka mengipasi sarang dengan sayap. Dalam sarang standar, udara yang masuk dari satu sisi terdorong keluar pada sisi yang lain. Lebah ventilator yang lain bekerja di dalam sarang, mendorong udara ke semua sudut sarang. Sistem ventilasi ini juga bermanfaat melindungi sarang dari asap dan pencemaran udara.

Fakta Keempat adalah Sistem kesehatan: Lebah menjaga kualitas madu tidak terbatas hanya pada pengaturan kelembapan dan panas. Di dalam sarang terdapat sistem pemeliharaan kesehatan yang sempurna untuk mengendalikan segala peristiwa yang mungkin menimbulkan bakteria. Tujuan utama sistem ini adalah menghilangkan zat-zat yang mungkin menimbulkan bakteria. Prinsipnya adalah mencegah zat-zat asing memasuki sarang. Untuk itu, dua penjaga selalu ditempatkan pada pintu sarang. Jika suatu zat asing atau serangga memasuki sarang walau sudah ada tindakan pencegahan ini, semua lebah berusaha untuk mengusirnya dari sarang.

Sudah jelas lebah tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang ini, apalagi laboratorium. Lebah hanyalah seekor serangga yang panjangnya 1-2 cm dan ia melakukan ini semua dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.



Wallahu A'lam Bishawab...

sekian... ^_^

Rabu, 13 Juni 2012

AL-Lubab

Assalamu'alaikum......

   Judul entri kali ini adalah Al-Lubab..mengikuti sebuah nama buku yang ditulis oleh penulis andalan saya yaitu seorang ulama besar di Tanah Air Bapak Prof. Dr. M. Quraish Shihab..juga mengikuti nama sebuah festival yang saya ikuti dibuat oleh penerbit Lentera Hati yaitu AL-Lubab festival periode Juni 2012.

   Oh iya..Al-lubab sendiri berarti subtsansi (jika dikaitkan dengan wujud) atau isi dan saripati (jika dikaitkan dengan buah). Di samping merangkum pengertian “pilihan terbaik dari segala sesuatu”, kata ini juga digunakan untuk melukiskan akal yang cerdas, pikiran yang jernih, serta hati yang tenang (saya kutip dari page Lentera Hati di Facebook..hehehe..).

   Saya ingat ketika pertama kali membaca buku karangan pak Quraish Shihab yang Saya beli di toko buku Gramedia dengan judul Logika Agama..buku ini adalah buku paling pertama yang Saya miliki dari pak Quraish yang diterbitkan dari penerbit Lentera Hati..dan dari buku pertama inilah muncul kecintaan saya kepada buku-buku karya pak Quraish dan juga kepada beliau sendiri dikarenakan gaya bahasa yang dipakai penulis sangat ringan, populer dan enak dibaca untuk orang yang bisa dikatakan masih cukup awam seperti saya..hehe..apalagi kalau beliau membawakan kultum dan mengisi acara tafsir Al-Misbah di salah satu stasiun televisi..membuat saya selalu menunggu dengan antusias di depan TV.

   Dalam buku Logika Agama, Saya sangat tertarik dengan poin sesi tanya jawab antara pak Quraish muda bersama dengan gurunya. dari sini Saya bisa melihat betapa gigihnya pak Quraish muda dalam menuntut ilmu agama, tidak heran beliau bisa menjadi seperti sekarang.. salah seorang ahli tafsir Al Qur'an yang terkemuka di Tanah Air tercinta..dengan kecintaan akan buku karya pak Quraish, saya pun menjadi orang yang mengadopsi gaya pemikiran atau gaya berpikir beliau dalam banyak hal kehidupan saya...hampir semua buku karya pak Quraish telah Saya miliki..sampai-sampai ketika pacar Saya yang bernama Zaskia(prikitiewww..hehe..) kaget ketika ingin membelikan saya buku pak Qurasih..karena hampir semua yang dia sebutkan telah Saya miliki seperti..Perempuan, Jilbab, 1001 soal keislaman, pengantin Al-Qur'an, 101 soal perempuan, Sunnah-Syiah, Dia di mana-mana DLL...hehehee...

   Soal buku karya-karya pak Quraish Saya sudah tidak ragukan lagi..Saya hanya bisa mendo'akan beliau agar diberi umur panjang dan kesehatan agar bisa tetap memberikan wejangan-wejangan ilmu agama dan spiritual dalam buku-buku dan ceramahnya guna memenuhi akan dahaga orang-orang seperti saya :) dan tinggal tugas dari penerbit Lentera Hati untuk menerbitkan buku-buku beliau secara apik dan sempurna..karena pengalaman Saya ketika membeli buku yang berjudul Perempuan karya pak Quraish, ada beberapa halaman yang hilang dan melompat-lompat(bukan seperti kodok yah..hehe..) tapi yang Saya maksud semisal halaman 20 pada buku tiba-tiba lembar berikutnya tau-tau halaman 60..pantesan ketika baca nggak terlalu ngerti karena nggak nyambung ternyata halamannya tidak bersambung..hahaha....tapi untung toko buku Gramedia dimana saya membeli buku tersebut mau menggantikan dengan yang baru tanpa harus bayar sepeser pun, padahal sudah lewat 1 minggu loh...ternyata mereka sangat care terhadap kepuasan pelanggan, bravo deh Gramedia...





   Ok sekian dulu deh dari saya...hehehe..semangat terus pak Quraish Shihab, maju terus Lentera Hati.....

dan Alhamdulillah penulis menang dalam festival tersebut dan mendapatkan beberapa bonus buku dan Voucher Tafsir Al-Lubab :)





Wassalam....

Moeh. Nur Iqsan Iskandar.

    

Jumat, 24 Februari 2012

Kedewasaan Berpolitik



Ilham Arief Sirajuddin (Walikota Makassar) - Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sul-Sel)....

Tulisan ini penulis kutip dari salah satu koran harian di Kota penulis..yang menggambarkan Dua tokoh politik Sulsel yang dipastikan akan bertarung dalam pemilihan calon gubernur Sulsel namun tetap memperlihatkan kedewasaan mereka dalam bepolitik........


    Kamis, 9 februari, Ilham mendatangi Syahrul di kantor gubernur untuk meminta izin maju dipilgub. Syahrul dengan tangan terbuka menyambut. Usai berpelukan dua kali, Syahrul pun melontarkan restunya ke Ilham....


    Ilham datang ke kantor gubernur sekitar pukul 13:20 Wita didampingi Kabag Protokoler Pemkot. Aswis dan ajudannya, Mustari. Datang dengan mobil dinas DD 1 A, Ilham langsung disambut pegawai kantor gubernur dan diarahkan ke ruang kerja gubernur. Saat tiba, Ilham tak langsung diterima.
    Sebab di saaat bersamaan, Syahrul sedang menerima sejumlah wakil bupati. Ilham pun menunggu di ruang tunggu gubernur ditemani Asisten I, Andi Herry Iskandar dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Andi Ilham Gazaling.
    Tak sampai 10 menit, Ilham pun diterima Syahrul Yasin Limpo (SYL). Suasana akrab terlihat saat keduanya bertemu. ilham langsung menyalami Syahrul lalu berpelukan. Setelah itu, mereka langsung salam komando di hadapan wartawan.
    "Ini di luar konteks pemerintahan. Saya datang mau minta izin, besok Saya dan Aziz Qahhar Mudzakkar akan deklarasi. Sebagai adik, saya hormat. Sikap politik hal biasa setelah kita komitmen bahwa politik adalah kehidupan kita. Pak Syahrul tadi menjenguk orang tua saya di RS, dan ibu saya bilang beliau anaknya. Ini ikatan emosional saya," kata Ilham membuka pembicaraan disaksikan beberapa pejabat pemprov.
    Menurut Ilham, dia datang minta izin sekaligus doa restu untuk deklarasi pasangan. Ia berharap mudah-mudahan semua proses pilgub berjalan dinamis. Suasana kondusif Sulsel, kata ,Ilham harus dipertahankan. Ia juga berjanji tugasnya sebagai wali kota akan berjalan dengan baik.
    Usai bertemu Syahrul, Wali Kota Makassar itu mengatakan, merasa perlu datang kegubernur untuk minta izin. "Saya kira dalam konteks dinamika politik yang ada di Sulsel, kita harus meletakkan dalam pendekatan kultur budaya.
    Oleh karean itu, saya merasa esok saya akan melakukan langkah politik pilgub, jadi sangat tidak etis saya tidak melapor ke gubernur. Baik sebagai adik dari beliau, walaupun harus dipahami bahwa saya akan bersaing dengannya dipilgub," katanya.
    Persaingan menuju pilgub harus dilupakan dulu. Sebagai adik, dan wali kota, ia yang berada di bawah Syahrul dalam struktur pemerintahan merasa wajib harus melapor dulu sebelum memastikan maju di pilgub. "Alhamdulillah, beliau dengan lapang hati, dengan tegas merestui untuk melakukan deklarasi. Mudah mudahan ini kelak menjadi perekat, meski kami bersaing. Ini menjadi alat melakukan proteksi dalam upaya memperbaiki sesuatu," katanya.
    Ilham mengingatkan bagaimana saat musda Golkar dan massa mereka sudah saling hadap-berhadapan. Saat itu, keduanya mampu meredam emosi warga. "Saya ingin perlihatkan ke publik, biarkan kami bersaing dalam konteks politik yang lebih cerdas. Masyarakat bisa melihat Ilham dan SYL tidak ada apa-apa. Jadi buat apa masyarakat berantem di grassroat. Itu pendidikan politik. Masa warga berkelahi sementara kami berangkulan dan cipika-cipiki," kata Ilham.
    Ilham juga mengatakan, deklarasi hari ini hanya deklarasi bahwa mereka resmi berpasangan. Untuk deklarasi sesungguhnya, mereka akan adakan April mendatang. "Setelah partai rampung, kami deklarasi. sekarang sudah ada dua partai di luar Demokrat, tapi saya belum bisa sebut. Kita target April deklarasi sebelum masuk agenda tahapan," katanya.
    Sementara itu, Syahrul yang mendapat kunjungan mendadak juga memberi respons positif. "Sepanjang itu baik untuk kamu, baik untuk rakyat, baik untuk Bangsa, saya kakakmu, saya gubernur, saya beri ruang seluas-luasnya," kata Syahrul.
    Syahrul menegaskan, antara dia dan Ilham ada ikatan yang erat. "Ini persaudaraan antara saya dengan Ilham yang sangat dalam dan kental. Bahwa ada dinamika, itu tidak akan merusak persaudaraan. Jabatan bukan segalanya. Kita ini hanya mengabdi saja," kata Syahrul.
    Bupati Gowa dua periode itu juga tanpa sungkan memuji Ilham. Menurutnya, Ilham punya kemampuan. "Saya yakin Ilham salah satu bupati dan wali kota yang saya andalkan. Wajar dia untuk menawarkan diri hadir memberikan abdi yang lebih besar. Saya beri izin dan saya meberi restu. Ini hal biasa. Dengan ucapkan Bismillah, adinda, semua aman-aman. Semua Tentram," kata Syahrul.
    Bagi Syahrul, persaingan di pemilukada itu biasa. "Yang menang nanti pasti Rakyat. Ilham bersama SYL akan bersama minimal dalam idealisme. Salam saya pada Aziz. Dua-duanya saya punya adik yang baik. Ini adik-adik yang baik. Kalau mereka tampil, INDONESIA harus belajar dari SULSEL. Makasih Aco (sapaan, Ilham), jalan mako paeng (silahkan kamu jalan)," katanya.




................................................................................................

Senin, 02 Januari 2012

From Charlie Chaplin



Geraldine putriku, aku jauh darimu, namun sekejap pun wajahmu tidak pernah jauh dari benakku. Tapi kau dimana? Di Paris di atas panggung teater megah... aku tahu ini bahwa dalam keheningan malam, aku mendengar langkahmu. Aku mendengar peranmu di teater itu, kau tampil sebagai putri penguasa yang ditawan oleh bangsa Tartar.

Geraldine, jadilah kau pemeran bintang namun jika kau mendengar pujian para pemirsa dan kau mencium harum memabukkan bunga-bunga yang dikirim untukmu, waspadailah.

Duduklah dan bacalah surat ini... aku adalah Ayahmu. Kini adalah giliranmu untuk tampil dan menggapai puncak kebanggan. Kini adalah giliranmu untuk melayang ke angkasa bersama riuh suara tepuk tangan para pemirsa.

Terbanglah ke angkasa namun sekali-kali pijakkan kakimu di bumi dan saksikanlah kehidupan masyarakat. Kehidupan yang mereka tampilkan dengan perut kosong kelaparan di saat kedua kaki mereka bergemetar karena kemiskinan. Dulu aku juga salah satu dari mereka.


Geraldine putriku, kau tidak mengenalku dengan baik. Pada malam-malam saat jauh darimu aku menceritakan banyak kisah kepadamu namun aku tidak pernah mengungkapkan penderitaan dan kesedihanku.

Ini juga kisah yang menarik. Cerita tentang seorang badut lapar yang menyanyi dan menerima sedekah di tempat terburuk di London.

Ini adalah ceritaku. Aku telah merasakan kelaparan. Aku merasakan pedihnya kemiskinan. Yang lebih parah lagi, aku telah merasakan penderitaan dan kehinaan badut gelandangan itu yang menyimpan gelombang lautan kebanggaan dalam hatinya.

Aku juga merasakan bahwa uang recehan sedekah pejalan kaki itu sama sekali tidak meruntuhkan harga dirinya. Meski demikian aku tetap hidup.

Geraldine putriku, dunia yang kau hidup di dalamnya adalah dunia seni dan musik. Tengah malam saat kau keluar dari gedung teater itu, lupakanlah para pemuja kaya itu.

Tapi kepada sopir taksi yang mengantarmu pulang ke rumah, tanyakanlah keadaan istrinya. Jika dia tidak punya uang untuk membeli pakaian untuk anaknya, sisipkanlah uang di sakunya secara sembunyi-sembunyi.

Geraldine putriku, sesekali naiklah bus dan kereta bawah tanah. Perhatikanlah masyarakat. Kenalilah para janda dan anak-anak yatim dan paling tidak untuk satu hari saja katakan: "Aku juga bagian dari mereka".

Pada hakikatnya kau benar-benar seperti mereka. Seni sebelum memberikan dua sayap kepada manusia untuk bisa terbang, ia akan mematahkan kedua kakinya terlebih dahulu.

Ketika kau merasa sudah berada di atas angin, saat itu juga tinggalkanlah teater dan pergilah ke pinggiran Paris dengan taksimu.

Aku mengenal dengan baik wilayah itu. Di situ kau akan menyaksikan para seniman sepertimu. Mereka berakting lebih indah dan lebih menghayati daripada kamu.

Bedanya di situ tidak akan kau temukan gemerlap lampu seperti di teatermu. Ketahuliah bahwa selalu ada orang yang berakting lebih baik darimu.

Geraldine putriku, aku mengirimkan cek ini untukmu, belanjakanlah sesuka hatimu. Namun ketika kau ingin membelanjakan dua franc, berpikirlah bahwa franc ketiga bukan milikmu.

Itu adalah milik seorang miskin yang memerlukannya. Jika kau menghendakinya, kau dapat menemukan orang miskin itu dengan sangat mudah. Jika aku banyak berbicara kepadamu tentang uang, itu karena aku mengetahui kekuatan ‘anak setan' ini dalam menipu.....

Geraldine putriku, masih ada banyak hal yang akan aku ceritakan kepadamu, namun aku akan menceritakannya di kesempatan lain.

Dan aku akhiri suratku ini dengan,

"Jadilah manusia, suci dan satu hati, karena lapar, menerima sedekah, dan mati dalam kemiskinan, seribu kali lebih mudah dari pada kehinaan dan tidak memiliki perasaan".








Surat wasiat seorang Ayah kepada putrinya ini sungguh berharga, tidak berupa harta benda tetapi sebuah pesan penuh makna yang lebih berharga dari harta manapun di dunia ini.

Sebuah pesan terakhir dari sang Ayah yang mengingatkan putrinya untuk senantiasa berbagi dan rendah hati, karena tidak semua orang memiliki nasib seberuntung anaknya.

Jumat, 23 Desember 2011

"Sekeping Taman Surga" di Bumi Indonesia




Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim...



     Tanah air kita diibaratkan bagai "sekeping surga yang diturunkan Tuhan ke bumi". Itulah rahmat Tuhan yang dianugerahkan-Nya kepada bangsa Indonesia. Ke mana pun kaki melangkah atau mata memandang akan terlihat tanah yang subur, pepohonan yang rindang, serta sawah ladang terbentang, belu lagi apa yang dikandung oleh buminya.

    Sejak beribu-ribu tahun, tanah air ini tidak jemu-jemu mempersembahkan kepada putra-putranya aneka ragam hasil bumi. Tidak sesaat pun ia mogok ataupun lesu dalam berproduksi. Kerja sama yang demikian harmonis diperagakan oleh segala unsurnya: tumbuh-tumbuhan mengeluarkan oksigen agar dihirup oleh binatang, sementara binatang dan manusia oun memberi karbondioksida agar pepohonan dapat mekar dan berbuah.

    Demikianlah, apa yang tidak dibutuhkan oleh sesuatu diberikan kepada yang lain. Sungai-sungai mengairi tumbuhan, hutan membendung banjir, matahari tak jemu-jemunya memberi kehangatan, air yang menguap akibat matahari dikembalikan oleh kerja sama awan dan angin. Apa gerangan yang terjadi bila masing-masing enggan memberi dan bekerja sama? Pasti kepunahan total yang terjadi!

    Prinsip utama yang mengatur tata hidup tumbuh-tumbuhan dan binatang adalah kemampuannya meluruskan yang bengkok dalam perjalanan hidupnya, membetulkan yang salah, dan menyembuhkan yang sakit. Semunya dengan cara mandiri dan otomatis.  


    Sebanyak apa potensi rerumputan yang hijau itu? Adakah sesuatu yang disia-siakannya? Jika kita dapat memahami apa yang dikatakannya, niscaya kita sadar bahwa tidak sesaat pun ia menyia-nyiakan waktu atau mengabaikan peranan yang diembannya. Walau ada pohon besar tumbuh berdampingan, masing-masing tetap mengemban tugasnya karena mereka sadar bahwa tumbuhan yang membangkang dari garis yang disuratkan, pasti akan mengalami kematian atau kekerdilan.

    Pohon besar tidak akan mengambil porsi pohon yang tumbuh, walaupun kecil. Baik yang kecil maupun yang besar mengambil dari apa yang tersedia sesuai kebutuhan masing-masing. Agaknya, mereka tidak mengenal penumpukan, tidak pula pemborosan, apa lagi penindasan. Tidak seperti masyarakat manusia yang menindas, mengambil, menumpuk, serta membuang yang tidak dibutuhkannya.

    Ada sesuatu yang sangat ditakuti--walaupun oleh tumbuhan yang besar sekalipun--yang berasal dari suatu jenis dan bukan bangsanya atau bagian dari dirinya, yaitu benalu. Benalu menghisap secara perlahan-lahan makanan tanaman yang ditumpanginya sehingga membunuhnya.

    "Sekeping taman surga" yang dihiasi oleh aneka ragam tumbuhan terbentang di bumi Indonesia. Sekeping surga itu telah kita rebut dengan darah dan air mata. Darinya, kita harus mampu menarik peljaran agar kita dapat meraih surga yang berada di negeri sekarang.

    Kita harus bekerja tanpa henti, penuh kepedulian, bekerja sama secara harmonis, tidak mengambil melebihi kebutuhan, apalagi menumpuk-numpuk. Kita harus mampu meluruskan sendiri apa yang bengkok dari perjalanan kita dan menyembuhkan apa yang sakit. Kita harus menjadi seperti tumbuh-tumbuhan yang tidak pernah keberatan oleh rimbunnya dedaunan dan tidak pula mengeluh. Bukankah ia makan, tumbuh, dan berbuah berdasarkan perhitungan  yang teliti.

    Dan, terakhir, kita harus waspada dari benalu. Kapan kita berhasil mencapai cita-cita kemerdekaan? Mungkin tidak keliru bila dikatakan, "pada saat kita mampu meniru rumput-rumput hijau yang bergoyang itu!"


Wallahu a'lam bishowab...


Lentera Hati/M. Quraish Shihab...

Rabu, 09 November 2011

Selamat Natal Menurut Al-Quran


Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim...


Sakit perut menjelang persalinan, memaksa Maryam bersandar ke pohon kurma. Ingin rasanya beliau mati, bahkan tidak pernah hidup sama sekali. Tetapi Malaikat Jibril datang menghibur: " Ada anak sungai di bawahmu, goyangkan pangkal pohon kurma ke arahmu, makan, minum, dan senangkan hatimu. Kalau ada yang datang katakan: 'Aku bernazar tidak bicara'."
     "Hai Maryam, engkau melakukan yang amat buruk. Ayahmu bukan penjahat, ibumu pun bukan pezina," demikian kecaman kaumnya, ketika melihat bayi di gendongannya. Tetapi Maryam terdiam. Beliau hanya menunjuk bayinya. Dan ketika itu bercakaplah sang bayi menjelaskan jati dirinya sebagai hamba Allah yang diberi Al-Kitab, shalat, berzakat serta mengabdi kepada ibunya. Kemudian sang bayi berdoa: "Salam sejahtera(semoga) dilimpahkan kedapaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari ketika aku dibangkitkan hidup kembali."


     Itu cuplikan kisah Natal dari Al-Quran Surah Maryam ayat 34. Dengan demikian, Al-Quran mengabdikan dan merestui ucapan selamat Natal pertama dari dan untuk Nabi mulia itu, Isa a.s.
     Terlarangkah mengucapkan salam semacam itu? Bukankah Al-Quran telah memberikan contoh? Bukankah ada juga salam yang tertuju kepada Nuh, Ibrahim, Musa, Harun, keluarga Ilyas, serta para nabi lainnya? Setiap Muslim harus percaya kepada Isa a.s. seperti penjelasan ayat diatas, juga harus percaya kepada Muhammad saw., karena keduanya adalah hamba dan utusan Allah. Kita mohonkan curahan shalawat dan salam untuk mereka berdua sebagaimana kita mohonkan untuk seluruh nabi dan rasul. Tidak bolehkah kita merayakan hari lahir (natal) Isa a.s.? Bukankah Nabi saw. juga merayakan hari keselamatan Musa a.s. dari gangguan Fir'aun dengan berpuasa 'Asyuara, seraya bersabda, "Kita lebih wajar merayakannya daripada orang Yahudi pengikut Musa a.s."
     Bukankah, "Para nabi bersaudara hanya ibunya yang berbeda-beda?" seperti disabdakan Nabi Muhammad saw.? Bukankah seluruh umat bersaudara? Apa salahnya kita bergembira dan menyambut kegembiraan saudara kita dalam batas kemampuan kita, atau batas yang digariskan oleh anutan kita? Demikian lebih kurang pandangan satu pendapat.
     Banyak persoalan yang berkaitan dengan kehidupan Al-Masih yang dijelaskan oleh sejarah atau agama dan telah disepakati, sehingga harus diterima. Tetapi, ada juga yang tidak dibenarkan atau diperselisihkan. Di sini, kita berhenti untuk merujuk kepercayaan kita.
     Isa a.s. datang membawa kasih, "Kasihilah seterumu dan doakan yang menganiayamu." Muhammad saw. datang membawa rahmat, "Rahmatilah yang di dunia, niscaya yang di langit merahmatimu." Manusia adalah fokus ajaran keduanya; karena itu, keduanya bangga dengan kemanusiaan.
     Isa menunjuk dirinya sebagai "anak manusia", sedangkan Muhammad saw. diperintahkan oleh Allah untuk berkata: "Aku manusia seperti kamu." Keduanya datang membebaskan manusia dari kemiskinan ruhani, kebodohan, dan belenggu penindasan. Ketika orang-orang mengira bahwa anak Jairus yang sakit telah mati, Al-Masih yang menyembuhkannya meluruskan kekeliruan mereka dengan berkata, "Dia tidak mati, tetapi tidur." Dan ketika terjadi gerhana pada hari wafatnya putra Muhammad, orang berkata: "Matahari mengalami gerhana karena kematiannya." Muhammad saw. lalu menegur, "Matahari tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang." Keduanya datang membebaskan manusia baik yang kecil, lemah dan tertindas---dhu'afa' dan al-mustadh'afin dalam istilah Al-Quran.
     Bukankah ini satu dari sekian titik temu antara Muhammad dan Al-Masih? Bukankah ini sebagian dari kandungan Kalimat Sawa' (kata sepakat) yang ditawarkan Al-Quran kepada penganut Kristen dan Yahudi (QS 3: 64)? Kalau demikian, apa salahnya mengucapkan selamat natal, selama akidah masih dapat dipelihara dan selama ucapan itu sejalan dengan apa yang dimaksud oleh Al-Quran sendiri yang telah mengabdikan selamat natal itu?
     Itulah antara lain alasan yang membenarkan seseorang Muslim mengucapkan selamat atau menghadiri upacara Natal yang bukan ritual. Di sisi lain, marilah kita menggunakan kacamata yang melarangnya.
     Agama, sebelum negara, menuntut agar kerukunan umat dipelihara. karenanya salah, bahkan dosa, bila kerukunan dikorbankan atas nama agama. Tetapi, juga salah serta dosa pula kesucian akidah ternodai oleh atau atas nama kerukunan.
     Teks keagamawan yang berkaitan dengan akidah sangat jelas, dan tidak juga rinci. Itu semua untuk menghindari kerancuan dan kesalahpahaman, Bahkan Al-Quran tidak menggunakan satu kata yang mungkin dapat menimbulkan kesalahpahaman, sampai dapat terjamin bahwa kata atau kalimat itu, tidak disalahpahami. Kata "Allah", misalnya, tidak digunakan Al-Quran, ketika pengertian semantiknya yang dipahami masyarakat jahiliah belum sesuai dengan yang dikehendaki Islam. Kata yang digunakan sebagai ganti ketika itu adalah Rabbuka (Tuhanmu, hai Muhammad). Demikian terlihat pada wahyu pertama hingga surah Al-Ikhlas. Nabi saw. sering menguji pemahaman umat tentang Tuhan. Beliau tidak sekalipun bertanya, "Di mana Tuhan?" Tertolak riwayat yang menggunakan redaksi itu karena ia menimbulkan keberadaan Tuhan pada satu tempat, hal yang mustahil bagiNya dan mustahil pula diucapkan oleh Nabi. Dengan alasan serupa, para ulama bangsa kita enggan menggunakan kata "ada" bagi Tuhan, tetapi "wujud Tuhan".
     Natalan, walaupun berkaitan dengan Isa Al-Masih, manusia agung lagi suci itu, namun ia dirayakan oleh umat Kristen yang pandangannya terhadap Al-Masih berbeda dengan pandangan Islam. Nah, mengucapkan "Selamat Natal" atau menghadiri perayaannya dapat menimbulkan kesalahpahaman dan dapat mengantar kepada pengaburan akidah. Ini dapat dipahami sebagai pengakuan akan ketuhanan Al-Masih, satu keyakinan yang secara mutlak bertentangan dengan akidah Islam. dengan kacamata itu, lahir larangan dan fatwa haram itu, sampai-sampai ada yang beranggapan jangankan ucapan selamat, aktivitas apa pun yang berkaitan dengan Natal tidak dibenarkan, sampai pada jual-beli untuk keperluan Natal.

     Adakah kacamata lain? Mungkin!
     Seperti terlihat, larangan ini muncul dalam rangka upaya memelihara akidah. karena, kekhawatiran kerancuan pemahaman, agaknya lebih banyak ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan kabur akidahnya. Nah, kalau demikian, jika ada seseorang ketika mengucapkannya sesuai dengan kandungan "Selamat Natal" Qurani, kemudian mempertimbangkan kondisi dan situasi di mana hal itu diucapkan, sehingga tidak menimbulkan kerancuan akidah baik bagi dirinya ataupun Muslim yang lain, maka agaknya tidak beralasan adanya larangan itu. Adakah yang berwewenang melarang seorang membaca atau mengucapkan dan menghayati satu ayat Al-Quran?
     Dalam rangka interaksi sosial dan keharmonisan hubungan, Al-Quran memperkenalkan satu bentuk redaksi, di mana lawan bicara memahaminya sesuai dengan pandangan atau keyakinannya, tetapi bukan seperti yang dimaksud oleh pengucapnya. karena, si pengucap sendiri mengucapkan dan memahami redaksi itu sesuai dengan pandangan dan keyakinannya. Salah satu contoh yang dikemukakan adalah ayat-ayat yang tercantum dalam QS 34: 24-25. Kalaupun non-Muslim memahami ucapan "Selamat Natal" sesuai dengan keyakinannya, maka biarlah demikian, karena Muslim yang memahami akidahnya akan mengucapkannya sesuai dengan garis keyakinannya. Memang, kearifan dibutuhkan dalam rangka interaksi sosial.
     Tidal kelirulah, dalam kacamata ini, fatwa dan larangan itu, bila ia ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan ternodai akidahnya. Tetapi, tidak juga salah mereka yang membolehkannya, selama pengucapnya bersikap arif bijaksana dan tetap terpelihara akidahnya, lebih-lebih jika hal tersebut merupakan tuntunan keharmonisan hubungan.
     Dostoyevsky (1821-1881), pengarang Rusia kenamaan, pernah berimajinasi tentang kedatangan kembali Al-Masih. Sebagian umat Islam pun percaya akan kedatangannya kembali. Terlepas dari penilaian terhadap imajinasi dan kepercayaan itu, kita dapat memastikan bahwa jika benar beliau datang, seluruh umat berkewajiban menyambut dan mendukungnya, dan pada saat kehadirannya itu pasti banyak hal yang akan beliau luruskan. Bukan saja sikap dan ucapan umatnya, tetapi juga sikap dan ucapan umat Muhammad saw. Salam sejahtera semoga tercurah kepada beliau, pada hari Natalnya, hari wafatnya dan hari kebangkitannya nanti.



Wallahu a'lam.....

Membumikan Al-Quran/ M. Quraish Shihab.....

Selasa, 25 Oktober 2011

Kemudahan Beragama


Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim


    Seorang wanita datang mengadukan suaminya kepada Nabi saw.: "Wahai Rasul, suamiku, Shafwan, menghardik dan memukulku bila aku shalat, memaksaku berbuka bila aku berpuasa (sunnah), dan dia tidak shalat subuh kecuali setelah matahari terbit."

   Mendengar keluhan ini, Nabi saw. menoleh dengan seluruh badannya--begitulah cara Nabi menoleh--kepada suami si wanita itu sambil bertanya: "Benarkah itu wahai shafwan?"

  "Benar, wahai Nabi," jawab Shafwan tulus, "tetapi aku menghardik dan memukulnya karena (shalatnya panjang) ia membaca dua surah (selain Al-Fatihah) setiap rakaatnya. Telah berkali-kali kutegur, tetapi ia terus menolak. Benar, wahai Rasul, aku menyuruhnya berbuka ketika berpuasa sunnah, sebab aku adalah seorang pemuda sehat yang sering kali tak mampu menahan birahi. Juga benar bahwa aku memang tidak shalat subuh kecuali setelah matahari (hampir) terbit. Sebab keluargaku telah terbiasa bangun lambat, sungguh sulit bagiku bangun di waktu fajar. "

   Nabi saw. membenarkan sikap Shafwan, sambil berpesan:"Shalat subuhlah segera setelah engkau bangun!" Kemudian beliau menoleh kepada istri Shafwan dan berkata:"Persingkatlah shalatmu dan jangan berpuasa sunnah kecuali atas perkenan suamimu."

   Kisah di atas dikemukakan oleh Ahmad Hasan Al-Baquri, mantan Menteri Waqaf dan urusan Al-Azhar, Mesir, dalam kumpulan tulisannya yang diberi judul Min Adab Al-Nubuwah (Sekelumit Etika Kenabian), ketika membicarakan kemudahan-kemudahan beragama. Memang, Al-Qur'an secara gamblang menggaris bawahi bahwa Allah tidak menjadikan sedikit kesulitan pun dalam hal beragama (QS 22: 78).

   Salah satu kaidah hukum Islam menegaskan bahwa "kesulitan melahirkan kemudahan", dalam arti "jika seseorang mengalami kesulitan dalam pelaksanaan agama, maka ia mendapat pengecualian sehingga memperoleh kemudahan". Sayang, jalan-jalan ke udahan itu tidak banyak diketahui umat karena banyak ulama enggan memopulerkannya. Mereka khawatir, dengan memopulerkannya, akan menimbulkan sikap mengabaikan agama, Sikap ini, dari saru sisi, dapat dibenarkan. Tetapi, hendaknya diingat juga bahwa tidak jarang ajaran agama diabaikan sama sekali karena kemudahannya tidak diketahui.

   Sungguh menarik makalah Mufti Lebanon Selatan, Syeikh Nadim Al-Jisr, yang pernah disampaikan di Mukatamar Kedua Badan Penelitian Islam di Mesir: "Adalah baik memberi kemudahan, misalnya, dalam bersuci, menggabung shalat (zhuhur dan asar, atau maghrib dan isya) khususnya saat ada uzur (kesibukan) sesuai dengan mazhab ulama Hanbali. Apalagi seperti pada saat sekarang ini, di mana tuntutan untuk bekerja keras dan cepat untuk memenuhi kebutuhan hidup sangat tinggi." Ini bukan berarti menggampangkan ajaran agama, tetapi demikian itulah ajaran agama.

   Mungkin ada yang kaget membaca komentar Al-Baquri tentang kisah di atas. Dia menulis: "Rasulullah saw. membolehkan bagi yang terbiasa tidur untuk melaksanakan shalat subuh sesudah terbitnya matahari. Ia tidak berdosa karena keterlambatannya itu. Demikianlah, orang tidak mengenal kemudahan melebihi kemudahan ini." Supaya tidak mengagetkan, perlu ditambahkan bahwa ini tidak berlaku bagi mereka yang berleha-leha di malam hari, juga tidak bagi yang terlambat bangun karena kemalasan.


Wallahu a'lam.....

Lentera Al-Quran/ M. Quraish Shihab...